Jumat, 01 Juni 2018

5 Alasan Kenapa Dia Tidak Menyatakan Cinta






Sama-sama peka, tapi tak pernah mengatakan CINTA
 5 Alasan Kenapa Dia Tidak Menyatakan Cinta

Sudah bukan hal yang tabu dizaman sekarang ngomngin Cinta sampe Pacaran. Entah apalah harus dinamakan hubungan itu. Mulai dari hubungan tanpa status tapi ngerasa nyaman, hubungan gelap, sampai-sampai merasa nyaman dengan teman yang melebihi pacar. Yah biarlah kamu sendiri yang menamakan itu. Kira-kira, para remaja yang hidup dizaman sekarang, masih siapkah dengan kata-kata “dijodohkan”?. Atau sebuah kata-kata yang harus dilawan dengan sikap dan dimusnahkan dari muka bumi?.
Entah lah apapun itu rasanya, bagaimanapun caranya. Intinya Tuhan telah menciptakan sebuah perasaan dan itu suatu hal yang wajar. Pernah gak sih kalian, menyukai seseorang tapi kamu beprinsip untuk tidak pacaran. Bukan masalah naif, mungkin saja karena beberapa faktor. Contohnya, karena gak boleh pacara oleh orang tua, karena gak siap kalo harus pacaran terus nikah sama dia yang ternyata punya sifat buruk yang seabrek, atau khawatir ada yang lebih baik dari dia. Dari alasan itu semua, sah-sah aja. Asal jangan karena jomblo / single bisa seenaknya chat sana sini, ngerasa banyak yang suka, banyak yang fans. Nggak. Itu semua tidak mencirikan single lillah. Jadilah jomblo (upsss) yang bermartabat ya guys. Disini aku coba ngulik beberapa alasan kenapa perempuan dan laki-laki yang jelas-jelas sama-sama cinta, tak tak berani untuk mengungkapkan cinta yang sebenarnya. Atau bisa dibilang “Cinta tak harus memiliki”. Sebenernya sih, kalo emang cinta kamu diperkirakan buat gak bisa dimiliki, mending ga usah lah cintamu diumumkan di muka umum. Biar kamu aja sama Allah yang tahu. Biar Allah kaih kamu yang special. Hehehe berikut Alasanya:

1.     Belum bisa move on dari mantan
Loh-loh, tunggu dulu. Katanya sama-sama cinta, kok belum bisa move on dari mantan? Eiittss. Jangan lupa ya temen-temen manusia itu hidup dengan masa lalu dan masa depan. Dan menurutku gak ada manusia yang bisa melupakan masa lalu begitu saja. Apalagi masa lalu itu yang membuat hidup dia bahagia atau sedih. Maka kamu yang ada peluang buat masa depannya, jangan sia-siakan dirimu untuk jadi orang biasa dihidupnya.
2.     Karena beda derajat
“Yah seharusnya kalo cinta jangan mandang derajat dong”. “ah cinta mandang kayak gitu, matre banget sih”. Dan masih banyak lagi komentar teman-teman yang ditanya jika cinta harus mandang derajat. So, sebenarnya sih bukan salah 2 insan yang saling jatuh cinta. Karena Allah menjadikan indah pada setiap apa yang dicintai para hambanya.  Tapi terkadang, masalah ini tidak lain karena faktor orang tua dan keluarga besar. Contoh kecil, seorang anak kiyai (Gus ‘sebutan anak laki-laki seorang kiyai’) harus mendapat anak kiyai juga (neng ‘sebutan anak perempuan seorang kiyai’)., seorang sarjana dengan yang sarjana atau lebih darinya, anak pengusaha dengan orang yang sukses. DSb.  Meskipun itu gak 100% harus, tapi sebanyak 80 % berpengaruh dan  terjadi. Yah sekali lagi, bukan salah 2 insan yang saling jatuh cinta. Yang salah adalah, mindset kamu yang selalu membanding-bandingkan. Coba mindset itu kamu rubah. Semisal, ketika kamu mencintai dia yang anak kiyai, sekiranya kamu harus menyeimbangkan dirimu dengan wanita/pria yang seharusnya pantas untuk bersanding. Aku kira, dengan ilmu Allah akan menaikan derajatmu, dan apa iya orang-orng akan memandang sebelah mata ketika kamu sukses dan berprestasi. Ingetttttt !!!!! bukan karena perbedaan derajat, tapi kamu harus sedikit bahkan banyak untuk berjuang buat cintamu.
3.     Khawatir ada yang lebih baik dari kamu
Ternyata alasan ini juga yang berpengaruh dengan urusan cinta. Buat kamu yang sedang cinta-cintanya sama dia yang membuat hidupmu serba indah. Kamu harus inget satu hal. Bahwa Allah “membolak-balikan hati manusia”. Jadi jangan terlalu pede juga kalo kamu lagi disukai seseorang. Yah kalo cinta mah harus wajar-wajar aja,  ga harus berlebihan. Aku kira hukum kausalitas masih berlaku bagi cinta. Meski cinta dan rasa nyaman itu tidak butuh alasan.  Karena apa?  Pernah gak sih denger pepatah orang jawa “jalaran soko kulino” yang kurang lebih bahasanya karena terbiasa (biasa diperhatiin, biasa jalan bareng, dll). Maka dari itu tumbuhlah benih-benih cinta, meski ini salah satu cara Tuhan buat nyomblangin hambanya. So, sebelum ada yang yang lebih baik dari kamu dihatinya, jadilah manusia yang saling pengertian, perhatia dan gak egois.
4.     Gak mau ngekang satu sama lain
Ini nih, alasan yang WOW banget, ada gituh orang yang dicintainya rela diambil orang? Yah, ada aja. Orang ini butuh apresiasi banget nih, bener-bener langka. Dia rela orang dia incer-incer diambil orang lain atau bahkan nikah sama temen sendiri. Mungkin karena dia menyadari, dia khawatir orang yang dicintanya ngerasa gak nyaman jika hidup dengan dia. Dan membebaskan dia untuk memilih, membebaskan orang lain buat deketin kamu. Tanpa harus membuat orang lain serba salah. Semisal buat para cowok yang udah dateng ngelamar doi, teus ditolak. Jangan khawatir, jangan nangis dikamar/di WC, apalagi sampai gak makan berhari-hari, mungkin caramu mencintainya tidak  sehat. Ikhlasin aja dia, izinkan dia hidup bahagia tanpa harus mikirin kamu yang prustasi karena mikirin dia. Ingatlah, Allah punya banyak cara untuk membahagiakan hambanya.
5.       Belum siap Nikah
Aaahhh, dia tipe orang yang bijak banget. Dia sadar bahwa dia belum mampu nikahin kamu. Tapi dia gak ngajak kamu pacaran. Apalagi sok-sokan ngenalin ke keluarga besar.

Yah begitulah cinta. Meski kita hidup dengan cinta. Tapi jangan sampai diperbudak oleh nafsu cinta. Cinta itu harus memberikan kenyamanan satu sama lain, saling pengertian.
Buat kamu yang sekarang pacaran. Aku sih gak akan ngelarang kamu, tapi kalo kamu yakin 100% dia jodohmu, lindungi dia. Lindungi dia dari orang-orang jahat yang ingin melukainya bahkan lindungi dia dari nafsu bejatmu ketika dia hadir dengan kobaran syaithon.
Aku kira kamu paham maksudku? Karena kamu adalah seorang pecinta sejati yang bijaksana. Mencintai manusia dengan cara manusia.

Heni Al-Mubarok
Salatiga, 02 Juni 2018
 

Sepi dan Cinta

Sepi Dan Cinta Heni Al-Mubarok Mungkin engkau pernah terjaga disepertiga malammu Duduk bersimpuh dan penuh harap Ketika en...