
Sama-sama peka, tapi tak pernah mengatakan CINTA
5 Alasan Kenapa Dia Tidak Menyatakan Cinta
Sudah
bukan hal yang tabu dizaman sekarang ngomngin Cinta sampe Pacaran. Entah apalah
harus dinamakan hubungan itu. Mulai dari hubungan tanpa status tapi ngerasa
nyaman, hubungan gelap, sampai-sampai merasa nyaman dengan teman yang melebihi
pacar. Yah biarlah kamu sendiri yang menamakan itu. Kira-kira, para remaja yang
hidup dizaman sekarang, masih siapkah dengan kata-kata “dijodohkan”?. Atau
sebuah kata-kata yang harus dilawan dengan sikap dan dimusnahkan dari muka bumi?.
Entah
lah apapun itu rasanya, bagaimanapun caranya. Intinya Tuhan telah menciptakan
sebuah perasaan dan itu suatu hal yang wajar. Pernah gak sih kalian, menyukai
seseorang tapi kamu beprinsip untuk tidak pacaran. Bukan masalah naif, mungkin
saja karena beberapa faktor. Contohnya, karena gak boleh pacara oleh orang tua,
karena gak siap kalo harus pacaran terus nikah sama dia yang ternyata punya
sifat buruk yang seabrek, atau khawatir ada yang lebih baik dari dia. Dari alasan
itu semua, sah-sah aja. Asal jangan karena jomblo / single bisa seenaknya chat
sana sini, ngerasa banyak yang suka, banyak yang fans. Nggak. Itu semua tidak
mencirikan single lillah. Jadilah jomblo (upsss) yang bermartabat ya guys. Disini
aku coba ngulik beberapa alasan kenapa perempuan dan laki-laki yang jelas-jelas
sama-sama cinta, tak tak berani untuk mengungkapkan cinta yang sebenarnya. Atau
bisa dibilang “Cinta tak harus memiliki”. Sebenernya sih, kalo emang cinta kamu
diperkirakan buat gak bisa dimiliki, mending ga usah lah cintamu diumumkan di
muka umum. Biar kamu aja sama Allah yang tahu. Biar Allah kaih kamu yang
special. Hehehe berikut Alasanya:
1.
Belum bisa
move on dari mantan
Loh-loh, tunggu
dulu. Katanya sama-sama cinta, kok belum bisa move on dari mantan? Eiittss. Jangan
lupa ya temen-temen manusia itu hidup dengan masa lalu dan masa depan. Dan menurutku
gak ada manusia yang bisa melupakan masa lalu begitu saja. Apalagi masa lalu
itu yang membuat hidup dia bahagia atau sedih. Maka kamu yang ada peluang buat
masa depannya, jangan sia-siakan dirimu untuk jadi orang biasa dihidupnya.
2.
Karena beda
derajat
“Yah seharusnya kalo
cinta jangan mandang derajat dong”. “ah cinta mandang kayak gitu, matre banget
sih”. Dan masih banyak lagi komentar teman-teman yang
ditanya jika cinta harus mandang derajat. So, sebenarnya sih bukan salah 2
insan yang saling jatuh cinta. Karena Allah menjadikan indah pada setiap apa
yang dicintai para hambanya. Tapi terkadang,
masalah ini tidak lain karena faktor orang tua dan keluarga besar. Contoh kecil,
seorang anak kiyai (Gus ‘sebutan anak laki-laki seorang kiyai’) harus mendapat
anak kiyai juga (neng ‘sebutan anak perempuan seorang kiyai’)., seorang sarjana
dengan yang sarjana atau lebih darinya, anak pengusaha dengan orang yang
sukses. DSb. Meskipun itu gak 100%
harus, tapi sebanyak 80 % berpengaruh dan terjadi. Yah sekali lagi, bukan salah 2 insan
yang saling jatuh cinta. Yang salah adalah, mindset kamu yang selalu
membanding-bandingkan. Coba mindset itu kamu rubah. Semisal, ketika kamu mencintai
dia yang anak kiyai, sekiranya kamu harus menyeimbangkan dirimu dengan
wanita/pria yang seharusnya pantas untuk bersanding. Aku kira, dengan ilmu
Allah akan menaikan derajatmu, dan apa iya orang-orng akan memandang sebelah mata
ketika kamu sukses dan berprestasi. Ingetttttt !!!!! bukan karena perbedaan
derajat, tapi kamu harus sedikit bahkan banyak untuk berjuang buat cintamu.
3.
Khawatir ada
yang lebih baik dari kamu
Ternyata alasan ini
juga yang berpengaruh dengan urusan cinta. Buat kamu yang sedang cinta-cintanya
sama dia yang membuat hidupmu serba indah. Kamu harus inget satu hal. Bahwa Allah
“membolak-balikan hati manusia”. Jadi jangan terlalu pede juga kalo kamu lagi disukai
seseorang. Yah kalo cinta mah harus wajar-wajar aja, ga harus berlebihan. Aku kira hukum kausalitas
masih berlaku bagi cinta. Meski cinta dan rasa nyaman itu tidak butuh alasan. Karena apa? Pernah gak sih denger pepatah orang jawa “jalaran
soko kulino” yang kurang lebih bahasanya karena terbiasa (biasa diperhatiin,
biasa jalan bareng, dll). Maka dari itu tumbuhlah benih-benih cinta, meski ini
salah satu cara Tuhan buat nyomblangin hambanya. So, sebelum ada yang yang
lebih baik dari kamu dihatinya, jadilah manusia yang saling pengertian,
perhatia dan gak egois.
4.
Gak mau
ngekang satu sama lain
Ini nih, alasan yang
WOW banget, ada gituh orang yang dicintainya rela diambil orang? Yah, ada aja. Orang
ini butuh apresiasi banget nih, bener-bener langka. Dia rela orang dia
incer-incer diambil orang lain atau bahkan nikah sama temen sendiri. Mungkin karena
dia menyadari, dia khawatir orang yang dicintanya ngerasa gak nyaman jika hidup
dengan dia. Dan membebaskan dia untuk memilih, membebaskan orang lain buat
deketin kamu. Tanpa harus membuat orang lain serba salah. Semisal buat para
cowok yang udah dateng ngelamar doi, teus ditolak. Jangan khawatir, jangan
nangis dikamar/di WC, apalagi sampai gak makan berhari-hari, mungkin caramu
mencintainya tidak sehat. Ikhlasin aja
dia, izinkan dia hidup bahagia tanpa harus mikirin kamu yang prustasi karena
mikirin dia. Ingatlah, Allah punya banyak cara untuk membahagiakan hambanya.
5.
Belum siap
Nikah
Aaahhh, dia tipe
orang yang bijak banget. Dia sadar bahwa dia belum mampu nikahin kamu. Tapi dia
gak ngajak kamu pacaran. Apalagi sok-sokan ngenalin ke keluarga besar.
Yah begitulah cinta.
Meski kita hidup dengan cinta. Tapi jangan sampai diperbudak oleh nafsu cinta. Cinta
itu harus memberikan kenyamanan satu sama lain, saling pengertian.
Buat kamu yang
sekarang pacaran. Aku sih gak akan ngelarang kamu, tapi kalo kamu yakin 100%
dia jodohmu, lindungi dia. Lindungi dia dari orang-orang jahat yang ingin
melukainya bahkan lindungi dia dari nafsu bejatmu ketika dia hadir dengan
kobaran syaithon.
Aku kira kamu paham
maksudku? Karena kamu adalah seorang pecinta sejati yang bijaksana. Mencintai manusia
dengan cara manusia.
Heni Al-Mubarok
Salatiga, 02 Juni 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar